
(Judulnya panjang, seperti perasaan gundahku yang juga panjang, dan tumben juga kali ini aku bisa nulis sepanjang ini)
Pernah ngalamin cek adsense yang ditunggu-tunggu gak juga datang? aku pernah malah dah dua kali, nih ceritanya.
Senin kemarin datanglah cek yang kutunggu-tunggu, cek adsense yang sudah 2 bulan ini gak pernah kuterima, penyebabnya cek bulan Juli untuk
pengiriman Agustus belum sampai juga hingga tanggal 7 Oktober, trus karena khawatir aku coba request reissued ke google, eh gak tahunya 3 hari setelah itu si cek datang.
Emang sih dananya gak hilang tapi akan digabung dengan earnings bulan september yang akan dikirim pada bulan oktober, tapi akibatnya dibulan september tidak ada gajian dari google, yang seandainya saja cek tersebut gak keburu dicancel, pastinya bulan oktober sudah cair.
Nah, pada bulan berikutnya yaitu bulan oktober, berharap cek tidak akan datang terlambat, karena mungkin saja kemarin terlambat karena keburu libur lebaran tuh pak pos semuanya. Nyatanya apa yang kuharapkan terjadi lagi, tunggu…tunggu…dan tunggu, hingga tanggal 15 November gak juga datang, terjadi lagi nih pikirku, pak pos sialan dikemanain tuh cek adsenseku. Biasanya sih sebelum nih pak pos bertingkah seperti ini, cek adsense rutin kuterima palinglambat pada tanggal 20 setiap bulannya.
Dan kemarin tanggal 16 sudah mo request reissued lagi, tapi pengalaman sebelumnya yang abis request reissued, tuh cek malah nongol beberapa hari kemudian, jadi kuputuskan untuk menunggu beberapa hari lagi. Syukur deh ternyata hari seninnya tuh cek yang buat deg-degan datang juga, pengen rasanya marahin tuk tukang pos, tapi dia keburu pergi karena yang terima surat-surat emakku. Pas ngeliat tumpukan surat yang diberikan ada 4 buah, 1 dari google dan 3-nya dari Asuransi, nah satu dari 3 surat asuransi tersebut malahan tertanggal cetaknya bulan september (kan gila tuh pak posnya, tuh perusahaan asuransi kan ada dijakarta, kok kirim ke Batam aja hampir dua bulan).
Sumpah mulai hari senin itu aku benci banget sama Pak Pos, dan langsung ngerubah type pengiriman cek menggunakan DHL, praktis tinggal satu cek lagi yang ditunggu lewat pos, yang normalnya sih udah datang di tanggal 20 ini.
Selasa pagi dengan semangatnya berangkatlah menuju Bank untuk mencairkan cek tersebut, sebelumnya ke Bank Ekonomi untuk tutup rekening di sana karena baca dari blognya si ika kulkas dan diperkuat email dari Mbak Ani, selama krisis global ini Bank Ekonomi tidak menerima incaso sampai batas waktu yang tidak ditentukan, waduh… (padahal aku dah jatuh cinta dengan bank ini karena selain Fee-nya yang hanya USD 10, pelayanan Customer Servicenya juga sangat ramah plus kenangan waktu baru buka tabungan jenis Ultra dapat hadiah sekotak Deterjen dan Sabun Ekonomi, he he he). Setelah selesai tutup tabungannya, langsung pergi keseberang jalan dimana kantor Bank Danamon berada. Soalnya pernah ngobrol dengan salah satu pegawai bank tersebut, kalau Bank Danamon juga menerima pencairan cek seperti cek adsense, dan fee-nya juga cuma USD 5.
Masuk kedalam, abis ambil no antrian, tapi pas ngeliat meja CS-nya ternyata lagi kosong langsung aja duduk. Terjadilah dialog antara aku dan si Mbak CS.
Mbak CS: Siang Pak
Aku: Siang Mbak
Mbak CS: Ada yang bisa saya bantu pak?
Aku: Ya adalah, nih mbak saya mo cairin benda ini lewat Bank Danamon, bisa kan Mbak?
Mbak CS: (berfikir sambil garuk2 dengkul……), hmmm bawa KTP kan pak? Nanti ada formulir yang harus diisi.
Aku: Ada mbak, surat nikah juga bawa… (sambil mikir, tapi gak pake garuk2 dengkul, formulir apa ya? mo buat KTP kali ya?)
Mbak CS: Sebentar ya pak (berlalu sambil membawa cek adsenku beserta KTP)
Aku: (bengong di meja si Mbak CS, sambil mata jelalatan dimejanya mencari-cari kok gak ada toples yang isinya permen ya?)
Ada 10 Menitan setelah itu si Mbak CS datang bersama seorang wanita yang sepertinya juga karyawan Bank Tersebut, tapi seragamnya kok beda ya?
Wanita: Pak, gini lho, ini cek bisa dicairain, tapi sayang pak karena nanti potongan dari Bank koresponden sebesar USD 90, ditambah USD 5 Danamon Batam.
Aku: Lho kok?
(Si Mbak CS di moment ini bengong-bengong, pake mulutnya kebuka lagi)
Wanita: Iya emang sudah seperti itu, soalnya ini cek kan yang ngeluarin Bank dari USA.
Aku: Tapi saya sudah biasa mencairkan cek seperti ini, namun gak pernah dipotong sampai sebesar itu (soalnya USD 95 itu sudah hampir 50 persen nilai cek adsenseku).
Wanita: Biasanya bapak mencairkan ceknya dimana?
Aku: Bank Ekonomi, dan potongannya cuma USD 15, cuma selama krisis global ini Bank Ekonomi pusat mengisntruksikan ke setiap cabang di daerah untuk tidak menerima inkaso.
Wanita: OOO, emang nih cek dari mana Pak?
Aku: Dari Google, kan di cek itu ada tulisannya Mbak, nah cuma bank yang ngeluarin tuh CITI BANK.
Wanita: Lho kok? Gimana Caranya?
Aku: Kalo kita punya blog atau website, trus kita pasangin iklan dari google, maka kita akan dapat bayaran lewat cek seperti ini dan besarnya juga bervariasi, tergantung dari banyaknya pengunjung blog atau website kita yang mengklik iklan google tersebut.
Wanita: O gitu…. (Si Mbak CS disini gak kebuka lagi mulutnya, ketutup sambil senyum seakan akan sudah mengerti, atas apa yang belum kumengerti).
Aku: (garuk kepala yang gak gatal sambil ngangkat pantat), jadi sebesar itu ya mbak, kalo gitu saya coba tanya ke Bank lain dulu lah mbak, dan terima kasih atas semuanya.
Wanita&Mbak CS: Iya pak, terima kasih juga.
Sialnya, sampai dirumah baru aku kepikir kenapa gak tanya tadi ke si Wanita apa maksudnya tuh tentang BANK KORESPONDEN, karena kupikir Bank Korensponden yang dimaksud simbak tadi mungkin Citi Bank Indonesia. Padahal biasanya sih emang gak ada potongan apapun di Citi Bank-nya. Dan lagian kenapa ya simbak yang Wanita itu kok kaya’nya gak niat buat nyairin nih cek. Aku langsung pulang, gak jadi ke bank lain. rencananya besok aja ke NISP, Capee Deh……










Leave a Reply